Caleg Termiskin Dan Ternekad

















Substansi seorang caleg adalah bagaimana cara ia mempromosikan dirinya kepada masyarakat serta meyakinkan kepada masyarakat bahwa ia akan menjalankan amanah ketika terpilih menjadi dewan.
Ia betul, sangat banyak cara untuk mempromosikan dirinya. Baik dari media cetak seperti spanduk, baliho, kartu nama dan sosial media.
Banyak dari kita khususnya anak-anak muda enggan terjun ke politik. Sebab masih merasa miskin, nekad dan takut menjadi cemoohan ditengah-tengah masyarakat.
Lantas, kenapa saya tetap nekad melaju untuk ikut bertarung. Iya, karena saya mau membuktikan bahwa hal-hal yang seperti itu bukanlah sebuah rintangan yang besar untuk menjadi orang besar.
Pernah mendengar kiasan kata "berfikir besar untuk menjadi orang besar" mungkin sudah banyak bukti. Tapi tidak sah rasanya kalau saya belum membuktikannya sendiri.
Beberapa teman bahkan sudah cukup banyak yang komunikasi melalui WhatsApp "bang kapan spanduk abg naik, kartu nama disebar dan kapan kita turun ke masyarakat ?
Saya langsung katakan, dik politik itu seni. Beda orang beda cara. Tapi kan bang, spanduk abg tetap ada kan ? 
InsyaAllah ada dik. Tapi tak banyak, sebab kau tau sendiri Abang berangkat dari ketidakadaan sama sekali.

Saya sampaikan "ini bukan cerita sedih ya' jangan lebay kau" wkkwkwkw. Ini keadaan kita.
Tapi ingat, perjuangan ternilai bukan berapa banyak yang kau habiskan, tapi seberapa bertahannya kau disaat sedang berjuang.
"Jadi ingat, abg caleg nekad"
"Nekad menjemput cita-cita"

Komentar